Laron dan Sulung Sumber Gizi Alam Gunungkidul
Posted by dakwah on 11 Desember 2009
Musim penghujan Insya Alloh telah tiba,petani sibuk bercocok tanam dengan antusias dan harapan bias panen dengan lebih banyak,tanah tanah yang tadinya kering berubah menjadi basah dan disana sini tumbuh daundaun yang mulai menghijau.Alloh menurunkan rezeki dan rohmat_NYA berupa hujan .
Bukti lain dari kekuasaan Alloh adalah pada pagi hari di sela-sela tanah yang ada rayap atau kepundungnya akan keluar “Laron”yang kemudian beterbangan walaupun kemudian jatuh kembali ke tanah setelah sayapnya lepas.Sewaktu masih kecil penulis teringat kembali dengan kenangan mencari laron setiap pagi sebelum berangkaty ke sekolah atau pas hari Minggu dan Libur.Denganmembawa panic yang berisi air kami duduk di dekat lubang keluarnya laron ( Leng Laron ) yang ditandai banyak rayap atau lebe ).Dengan terampil laron-laron tersebut kita tangkap dan kemudian dimasukkan ke dalam panci yang sudah berisis air sehingga laron sudah tidak bisa terbang lagi.Atau bila lama laron-laron tersebut tidak keluar dari lubangnya maka kami membawa sebatang lidi untuk mengungkit /mencuthik laron yang masih di dalam leng lubangnya.Bila sudah terkumpul banyak maka kemudian laron yang ada di dalam panci kita bersihkan dari sayap dan mungkin ada sedikit rayap dan lebe yang ikut masuk kedalam panci ,bila tenyata masih sulit dihilangkan sayap atau bulunya maka biasanya laron tersebut digoreng sangan ( tanpa minyak) agar bulunya kering dan kemudian kita tiup sehingga bulu-bulu laron tersebut lepas dan tinggal laron-laron tanpa bulu.
Selain itu mencari laron ( sulung ) di malam hari tidak kalah asyiknya.Dengan bermodalkan ;ampu senthir ( jaman dahulu ) atau lampu listrik dan nampan berisis air maka laron-laron tersebut akan berdatangan dan kemudian terjebak ke dalam nampan yang berisis air tersebut dan kita tinggal mengumpulkan dengan tangan kemudian memasaknya setelah biulu-bulunya dihilangkan.
Bila bulu-bulu laron tersebut sudah hilang bulunya maka memasaknya tinggal sesuai selera kita:
- Di linting : Laron dimasukkan kedalam daun pisang kemudian diberi bumbu garam, brambang selanjutnya dibenamkan pada perapian kayu .Setelah beberapa menit dan daun pisang sudah menghitam maka benaman bungkusan laron tersebut kita ambil dan di pakai untuk lauk dengan nasi thiwul maka nikmatnya tidak karuan sampai selangit.
- Digoreng dengan wingko kemudian diberi bumbu garam dan bawang ,setelah masak dipakai untuk lauk dengan nasi thiwul
- Dicampur dengan parutan kelapa kemudian dikukus beberapa saatmenjadi sambal tawon nikmatnya betul betul membumi.
Demikian sekilas tentang musim penghujan dan sekaligus di susul musim “LARON ‘ yang merupakan rahmat dari AlloSWT kepada umatnya di Gunungkidul yang karena kondisi alamnya maka Alloh menurunkan LARON sebagai sumber protein hewani disetiap musim penghujan.Alloh maha Adil dan tidak mungkin akan menganiaya kepada umatnya,tetapi mengapa kita sering ingkar dan bermaksiat melanggar larangannya dan tidak melaksanakan perintahnya?
Hikmah :
Hai Orang-orang yang beriman bila engaku menolong agama Alloh maka Alloh akan menolongmu dan menguatkan kedudukanmu
(Q.S Muhammad ayat 7 )
Posted in Lingkungan Hidup | No Comments »



Masyarakat pedusunan Singkar I Wareng Wonosari Gunungkidul dengan di komandani bapak Sagi selaku Kepala Dusun saat tulisan ini dibuat sedang mengumpulkan segala kemampuan untuk merehab balai dusun yang ada.Balai dusun yang sudah tidak representtatif lagi perlu direhab agar lebih bagus dar segi penampilan,serta konstruksi bangunan lebih kuat .


Mas Tino yang berasal dari Lampung Sumatra mengantisipasi hidup dengan membuka Usaha Kerak Telor Betawi.Dalam berjualan Kerak Telor Betawi mas Tino berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain dengan mengikuti rombongan pasar malam di setiap kota.Saat diwawancarai pada artikel ini mas Tino sedang berjualan di alun-alun Pemda Gunungkidul dalam rangka hari jadi Kabupaten Gunungkidul.